Minggu, 04 Desember 2011

AWALUDDIN MA’RIFATULLOH, KENAL & MENGENAL

KEPADA SEGENAP HAQ ALLAH SWT
AwalNYA agama adalah Ma’rifatulloh, mengenal kpd HAQ ALLAH SWT, tdk dikatakan sbg agama apabila tdk diawali ma’rifat kpd HAQ ALLAH SWT, krn AWALUDDIN MA’RIFATULLOH warisatun anbiya, ma’rifat kpd Haq ALLAH adalah warisan para NABI para ANBIYA ! Ma’rifatulloh dalam bahasa keseharian adalah kenal lalu mengenal kpd segenap HAQ ALLAH SWT, dalam hal ini ada beberapa tahap yang harus kita ketahui, kita mengerti serta kita fahami secara baik dan benar, antara lain : mengenal kepada , ASMA-NYA, SIFAT-NYA, AF’AL-NYA, ZAT-NYA.
Sbg mahluk ALLAH SWT dan sbg umat nabi MUHAMMAD SAW, tentunya kitapun sdh pasti harus menggali, menemukan, hingga mendapatkan, kemudian mengkaji, mengerti, memahami, memastikan serta memelihara Warisan tsb, krn NABI MUHAMMAD SAW adalah satu-satunya contoh langsung yang ALLAH SWT nyatakan sbg suri tauladan bagi seluruh umat manusia yang mengaku serta merasa sbg umatNYA.   Dengan catatan : jangan pernah mengaku atau merasa sbg NABI, tp lebih baik berkepribadianlah sperti yg telah Nabi contohkan, dengan senatiasa membawakan dan memperbaiki  syari’atNYA serta menyempurnakan ahlaq’NYA sbg  sarana dan prasarana syiar kita dimana, saja kapan saja, serta kepada siapa saja, krn ISLAM itu RAHMATIN LIL ALAMIN.
Kenapa kita harus MA’RIFAT, kita harus mengenal ? krn Mustahil kita bisa INGAT klo kita tdk pernah MENGENAL,tapi apasaja yang sdh kita KENALI baru bisa kita INGAT ! krn sebodohnya manusia selalu menuntut bukti ! sedangkan ADA’NYA YANG ADA BUKTI ADA-NYA, ADA-NYA mahluk BUKTI ADA-NYA ALLAH SWT, tapi TIDAK semua mahluk DAPAT MEMBUKTIKAN ADA-NYA ALLAH,           kecuali yang dikehendaki melalui Berkah Ridho Karunia  terutama HIDAYAH-NYA !  Syukron Gufron Subhanallah segala puji semata hanya milik ALLAH, kita diciptakan oleh ALLAH SWT sebagai Manusia, mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya, krn sebagai mahluk sempurna yang namanya manusia dikaruniai HATI agar senantiasa dapat INGAT kpd ALLAH YANG MAHA PENCIPTA, dibekali AKAL untuk dapat membedakan HAQ dan BATHIL, serta diberkahi PANCA INDERA agar mampu merasakan & mensyukuri segenap NIKMAT-NYA. Oleh karena itu MANUSIA sbg mahluk sempurna yang diciptakan ALLAH SWT tentunya KITA tidak sama atau jangan sampai disamakan dengan WAYANG / BONEKA, krn Wayang / Boneka tidak mungkin bisa kenal apalagi mengenal kepada DALANG-NYA  tp DALANG sudah pasti KENAL serta MENGENAL kepada Wayangnya / krn DALANGlah yang menghidupkan, menggerakan, mengatur, memberikan peran, serta menghentikan /mematikan geraknya !!! jadi apabila kita sebagai manusia mahluk paling sempurna yang diciptakan oleh ALLAH SWT, tidak bisa atau bahkan sampai tidak dapat kenal serta mengenali SANG MAHA PENCIPTA-NYA, kita ini tidak lebih tidak kurang sama dengan WAYANG/BONEKA yang tidak bisa KENAL DAN mengenal DALANG-NYA ? 
“…SESUNGGUH-NYA AL-QUR’AN ITU BAGI YANG BERFIKIR, MAU BERFIKIR TP SUDAHKAH TERFIKIRKAN…. “ ,BILLAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH, WASSALAMU ALAIKUM WR, WB. Boc@h@ngon

Kamis, 01 Desember 2011

SAMPAIKANLAH WALAU SATU AYAT : KALAMULLOH

Astaghfirulohal azhim wa atubu ilaih, la ilaha ila anta subhanaka ini kuntu minazholimin......ALLAH MURKA SANGAT kepada Orang yang bicara Benar tp TIDAK TAU KEBENARAN-NYA,sebagaimana lazimNYA sampaikanlah walau SATU AYAT ! KALAMULLOH ! AYAT ALLAH ! 

AL-QUR'AN bahasa arab tp Bahasa Arab bukan bahasa AL-QUR'AN, krn sesungguhNYA KITAB SUCI AL-QUR'AN  KALAMULLOH, dan sampaikanlan dengan bahasa kaummu, dalam hal bersyiar,bertausyiah ataupun saling menasehati serta mengingatkan diantara sesama muslim agar maksud tujuanNYA sampai dan mudah dimengerti serta difahami , sampaikanlah dengan Baik dan Benar, karena Baik belum tentu Benar tp Benar sudah pasti ada baikNYA, artinya dalam hal penyampaian tausyiah, nasehat, keBenaranNYA harus disampaikan dengan Baik secara jelas rinci dan gamblang, sampai  kepada Benar kebenaran sebenar benarNYA benar ! mudah dimengerti dan difahami oleh semua orang dari yang terpintar sampai kepada orang yang terbodoh, sekalipun,sehingga HASIL pada tahap pelaksanaanNYA,.penyampaian pesanNYA, LEBIH BAIK menggunakan bahasa setempat ,akan tetapi ISI & KANDUNGAN serta KAIDAHNYA senantiasa HARUS MUTLAK BERPIJAK serta BERDASARKAN pada KALAMULLOH dari KITAB SUCI AL-QUR'AN.

"...Jangan mengerjakan sesuatu tanpa mengerti serta memahami akan ILMUNYA......"
Kalo kita cermati secara teliti ,ada 3 CIRI PASTI agar dapat mengetahui, mengerti, serta memahami maksud dan tujuan daripada siapapun yang menyampaikan pesanNYA mengenai ISI, KANDUNGAN serta KAIDAH berkenaan dengan KEBENARANNYA PESAN yang dimaksud :

  1. ADA YANG BICARA BENAR tp TIDAK TAU KEBENARANNYA, tahapan NGARTI,FAHAM SERTA TAUNYA,Hasil daripada Bacaan, Nonton, Dapat Dengar serta Katanya........? seperti halnya sesorang bicaranya BENAR, gaya bicaranya SOK TAU dan SOK PINTAR tp ketika ditanya secara detail serta kejelasannya mengenai kebenaranNYA, tdk dapat menjelaskannya, klo ditanya, koq bisa begitu? wong sy taunya jg krn nonton TV, dengar dr Radio n Baca dari Koran ! hehehe........segitu jg  lumayan drpd gak tau samasekali !SEBENARNYA DIA SEDANG MENIPU DIRINYA SENDIRI !
  2. ADA YANG BICARA BENAR, TAU KEBENARANNYA, tahapan NGARTI,FAHAM serta TAUNYA, didapatkan secara tidak sengaja dan bersifat kebetulan !   gaya bicaranya menunjukan sepertinya dia yang  PALING TAU  dan PALING BENAR, selalu menganggap yang tidak sejalan dan tidak sesuai dengan pesannya, sebagai yang tidak benar bahkan dianggapnya sesat !  padahal apa yang disampaikannya bukan karena mengalami serta merasakan kebenarannya secara langsung, akan tetapi karena sering bergaul dan berkumpul serta banyak bertanya kepada orang orang yang memang mengerti serta menguasai ilmuNYA, tapi baru setengah mateng alias belum mateng bener....hehehe, akan tetapi karena kebetulan dan ada kesempatan serta peluang untuk menyampaikan pesanNYA.......padahal ,SEBENARNYA DIA SEDANG MEMBOHONGI DIRINYA SENDIRI !
  3. ADA YANG BICARA BENAR BESERTA KEBENARANNYA, tahapan NGARTI,FAHAM serta TAUNYA, BUAH daripada TAFAKURNYA serta HASIL daripada  mengalami, melaksanakan serta merasakan secara langsung dgn istiqomah, sedikit makan, sedikit tidur,sedikit bicara, senatiasa tafakur serta zikrulloh semata hanya berharap kepada ridhoNYA ALLAH, gaya bicaranya santun, jernih, rinci,jelas dan gamblang, TIDAK BERSIKAP MENUDUH APALAGI MENYALAHKAN, akan tetapi senantiasa mencerdaskan serta mendewasakan keyakinan pribadi masing masing kepada ILAHI ROBBI........